Minggu, 28 Januari 2018

SOFTSKILL: Indikator Kemiskinan di DKI Jakarta

Menurut Wikipedia Indonesia, definisi kemiskinan adalah:
Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.
Apa yang membuat penduduk tergolong miskin? Disinilah ada yang dinamakan Indikator Kemiskinan. Indikator Kemiskinan adalah serangkaian data statistik yang diturunkan dan disusun untuk menggambarkan suatu keadaan atau kecenderungan kemiskinan yang menjadi pokok perhatian atau usaha pembangunan masyarakat.


Indikator kemiskinan menurut Bank Dunia antara lain:
  • kepemilikan tanah dan modal yang terbatas
  • terbatasnya sarana dan prasarana yang dibutuhkan, pembangunan yang biaskota
  • perbedaan kesempatan di antara anggota masyarakat
  • perbedaan sumber daya manusia dan sektor ekonomi
  • rendahnya produktivitas
  • budaya hidup yang jelek
  • tata pemerintahan yang buruk  
  • pengelolaan sumber daya alam yang berlebihan
Angka kemiskinan berdasarkan data diatas, pada bulan Maret 2017 sebesar 389,69 ribu orang (3,77%). Dibandingkan dengan September 2016 (385,84 ribu orang atau 3,75%), jumlah penduduk miskin meningkat sebesar 3,85 ribu atau meningkat 0,02 poin.(BPS)

Untuk hal tersebut, Pemprov DKI membuat beberapa program yakni:
  1. Program Keluarga Harapan, dimana Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima dana dari pemerintah, melalui mensos.
  2. Pengadaan tim oranye, yaitu para pekerja kebersihan di DKI Jakarta. Para pekerja tersebut akan mendapatkan gaji.
  3. Diperbolehkannya becak untuk jalan-jalan tertentu, hal ini juga dapat membuat para penarik becak tersebut.
  4. Melarang dan membendung para pendatang yang tidak memiliki kemampuan.
Kesimpulannya adalah, Pemprov DKI Jakarta akan berusaha menanggulangi kemiskinan di DKI Jakarta, walau angkanya akan terus naik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar