Selasa, 14 November 2017

Teknologi VVA Yamaha, dan Kaitannya dengan Toyota?

Yamaha merilis teknologi VVA yang diaplikasikan ke motornya, yakni Aerox, R15, dan juga kemungkinan ada di NMAX.

Teknologi ini sendiri juga berbeda dengan VVTi-nya Toyota, karena VVA ini adalah teknologi variabel valve actuation, dimana teknologi ini mirip VTEC-nya Honda, lebih kearah SOHC VTEC yang ada di mesin Honda D dan L series, karena mesin yang memakai teknologi VVA, hanya punya single cam.

https://en.wikipedia.org/wiki/Toyota_ZZ_engine#2ZZ-GE
Terus mengapa saya berpikir ini ada kaitannya dengan Toyota?
Well... Ini dikarenakan Toyota sempat membuat mesin dengan teknologi VVTL-i berkode mesin 2ZZGE yang digunakan pada Celica, yang mekanismenya sama dengan VTEC, dan cilinder head VVTLi untuk mesin tersebut.


Toyota commissioned Yamaha to design the 2ZZ-GE, based on Toyota's ZZ block, for high-RPM operation and producing a power peak near the top of the RPM range. The high-output cam profile is not activated until approximately 6,200 rpm, (lift set-points are between 6,000-6,700 rpm depending on the vehicle) and will not engage until the engine has reached at least 60° Celsius (140° Fahrenheit.) The Toyota PCM electronically limits RPM to about 8200 RPM via fuel and/or spark cut. The "lift" engagement and the engine redline vary by application.
Teknologi ini tidak diteruskan Toyota karena terhalangi standar emisi Euro 4. Jadi karena teknologi ini berhenti dikembangkan, Yamaha menaruhnya di motor andalannya, yang disebutkan diatas, walaupun agak dipangkas karena masih memakai single cam, terlebih VVA dan VVTL-i "nendang" di sekitar 6000rpm (walau tidak bisa dijadikan acuan...😀)

Jadi.. teknologi ini kemungkinan besar ada kaitannya, karena Toyota sudah tidak memakai teknologi ini.

Sekian.

referendum:

https://en.wikipedia.org/wiki/Toyota_ZZ_engine#2ZZ-GE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar